Latest Post

pengunjung web :

Google+ Followers

HOME

Tentang ROBIANS

DESAIN

galeri

syarat & ketentuan

Kebijakan Privasi

KONTAK

Khat Sulus; Puncak gaya penulisan kaligrafi Islam yang sangat elegan

"Suhanallah Wabihamdihi" ditulis dengan gaya khat Sulus Jaly
Oleh Kurnia Agung Robiansyah - Indonesia

Kaligrafi "Sulus"  atau khat Sulus yang dalam bahasa Persia ditulis ثلث sols, Turki: sulus, dari bahasa Arab: ثلث , secara bahasa memiliki artiṯ"sepertiga". Sulus merupakan salah satu dari beberapa gaya penulisan seni kaligrafi Islam. Sulus diciptakan oleh seorang khattat Persia bernama Ibnu Muqlah Shirazi, yang pertama kemunculannya sekitar abad ke-11 (keempat Hijriah). Bentuk dan gaya penulisan Sulus merupakan hasil kreasi dari pengembangan gaya penulisan kufi yang memiliki bentuk kaku diganti dalam naskah baru dengan garis melengkung dan miring. 

"Lain Syakartum Laaziidannakum" Karya Abbas Albaghdady - Irak
Berbagai gaya kaligrafi Sulus telah banyak berevolusi dari. Kontribusi terbesar terhadap evolusi gaya penulisan Sulus, terjadi selama Kekaisaran Ottoman dalam tiga periode berturut-turut. Beberapa sejarawan seni Ottoman Art menyebutnya sebagai "revolusi seni kaligrafi".

Naskah dengan gaya tulisan khat Sulus 'ady,
ditulis oleh Farouq Haddad - Syiria
Revolusi pertama terjadi pada abad ke-15 dan diprakarsai oleh master kaligrafi Seikh Hamdullah, revolusi kedua dihasilkan dari karya kaligrafer Ottoman Hafiz Osman di abad ke-17, dan revolusi terakhir pada akhir abad ke-19, oleh Mehmed Efendi Sevki yang telah menciptakan bentuk penulisan Sulus yang khas hingga bentuknya seperti saat.

"Sepertiga" yang dimaksud dalam khat Sulus, diambil dari pengistilahan bentuk dari huruf gaya penulisan ini. Bila dilihat secara seksama, Sulus memiliki bentuk serta gaya penulisan yang istimewa dibanding dengan gaya lainnya. Selain huruf dan tanda baca (harakat), Sulus juga dilengkapi dengan tambahan hiasan pendukung (tarwis) yang biasa disisipkan dalam penulisannya. Keistimewaan inilah membuat Sulus sangat mudah untuk dibentuk dan disusun sesuai dengan kreasi bidang yang diinginkan, seperti susunan tumpuk dan memanjang, oval, elive, segitiga, dsb. Karena keistimewaan inilah pempatan Sulus sering digunakan untuk penulisan naskah utama, dan atau sering digunakan untuk dekorasi masjid pada abad pertengahan hingga kini. 

Kategori:
Artikel Terkait :
Share This :