Pedoman Pokok MTQ Nasional XXVII Tahun 2018 - Robians.com

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

12/09/2017

Pedoman Pokok MTQ Nasional XXVII Tahun 2018


Juknis MTQ Nasional 2018 - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pertama diselenggarakan di Makassar pada bulan Ramadhan tahun 1968. Kala itu hanya melembagakan tilawah dewasa saja dan melahirkan Qari Ahmad Syahid dari jawa Barat dan Muhammadong dari Sulawesi Selatan. MTQ kedua diselenggarakan di Banjarmasin tahun 1969. Tahun 1970 MTQ ketiga diselenggarakan di Jakarta dengan acara yang sangat meriah.

Dalam perjalanan pelaksanaan MTQ Nasional banyak mengalami perkembangan dan perubahan. Dalam MTQ Nasional XXVI tahun 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat misalnya, Cabang baru Kaligrafi Kontemporer untuk yang pertama kalinya dilombakan dengan penuh antusias para pesertanya. Tidak hanya itu, LPTQ pusat mulai memberlakukan sistem pendaftaran online seluruh kafilah dengan mencoba mengintegrasikan sistem data kependudukan yang ada. Dalam sambutannya Menteri Agama RI Lukman Hakim mengharapkan dengan sistem pendaftaran online tidak terjadi lagi peserta yang berubah-ubah mewakili provinsi dan hal ini terkadi di tahun-tahun sebelumnya."Sekarang sesuai identitas dirinya, dia lahir dimana, domisili dimana lalu dia berhak mewakili provinsi mana," tuturnya.

Semangat perubahan ketentuan pelaksanaan MTQ nasional di Mataram di NTB membawa LPTQ terus bebenah untuk merumuskan pedoman baku pelaksanaan MTQ kedepan. Mulai dari ketentuan umum persyaratan peserta dan uraian terperinci mengenai materi perlombaan semua terangkum dalam edaran Pedoman Pokok MTQ yang telah ditetapkan.

Seperti apa sih perubahan-perubahan ketentuan baru itu? Untuk melihat detail Pedoman Pokok MTQ Nasional XXVII Tahun 2018, klik DISINI.



Post Top Ad

Responsive Ads Here