Detail Lukisan
Nama Pelukis
Judul Lukisan
Tahun Pembuatan
Media
Ukuran
Negara Asal
Tulisan
Kurnia Agung Robiansyah
Mukjizat Untuk Kesembuhan dan Cinta Kasih
2025
Cat Akrilik Diatas Kanvas
100 x 140 Cm
Indonesia
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ Latin: Wa nunazzilu minal-qur’âni mâ huwa syifâ’uw wa raḫmah “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat” QS. Al-Isra Ayat 82
Deskripsi:
Mukjizat untuk Kesembuhan dan Cinta Kasih adalah lukisan kaligrafi karya Kurnia Agung Robiansyah yang merefleksikan kekuatan spiritual Al-Qur’an sebagai sumber penyembuhan dan rahmat. Mengangkat QS. Al-Isrā’ ayat 82, karya ini memaknai ayat suci sebagai energi Ilahi yang bekerja menenangkan jiwa, menyembuhkan luka batin, serta menumbuhkan cinta kasih dalam kehidupan manusia.
Kurnia senantiasa menyajikan gaya kaligrafinya yang khas dengan karakter visual susunan huruf-hurufnya yang lentur, saling mengikat, dan bertumpuk. Struktur huruf yang berkelindan merepresentasikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai kesatuan makna yang utuh, sekaligus menggambarkan proses kesembuhan yang tidak instan, tetapi bertahap dan berlapis. Komposisi padat yang tetap harmonis menegaskan keseimbangan antara kekuatan spiritual dan keindahan artistik.
Dominasi warna hijau, biru, dan aksen cahaya hangat menghadirkan suasana sejuk, penuh harapan, dan ketenangan. Hijau dimaknai sebagai simbol kehidupan dan kesembuhan, sementara biru menghadirkan kedalaman spiritual. Melalui pendekatan lukisan kaligrafi Islam kontemporer, karya ini menegaskan Al-Qur’an bukan hanya teks suci, tetapi juga sumber cahaya yang hidup, menyembuhkan, dan relevan bagi manusia modern.
Detail Lukisan
Deskripsi:
Mukjizat untuk Kesembuhan dan Cinta Kasih adalah lukisan kaligrafi karya Kurnia Agung Robiansyah yang merefleksikan kekuatan spiritual Al-Qur’an sebagai sumber penyembuhan dan rahmat. Mengangkat QS. Al-Isrā’ ayat 82, karya ini memaknai ayat suci sebagai energi Ilahi yang bekerja menenangkan jiwa, menyembuhkan luka batin, serta menumbuhkan cinta kasih dalam kehidupan manusia.
Kurnia senantiasa menyajikan gaya kaligrafinya yang khas dengan karakter visual susunan huruf-hurufnya yang lentur, saling mengikat, dan bertumpuk. Struktur huruf yang berkelindan merepresentasikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai kesatuan makna yang utuh, sekaligus menggambarkan proses kesembuhan yang tidak instan, tetapi bertahap dan berlapis. Komposisi padat yang tetap harmonis menegaskan keseimbangan antara kekuatan spiritual dan keindahan artistik.
Dominasi warna hijau, biru, dan aksen cahaya hangat menghadirkan suasana sejuk, penuh harapan, dan ketenangan. Hijau dimaknai sebagai simbol kehidupan dan kesembuhan, sementara biru menghadirkan kedalaman spiritual. Melalui pendekatan lukisan kaligrafi Islam kontemporer, karya ini menegaskan Al-Qur’an bukan hanya teks suci, tetapi juga sumber cahaya yang hidup, menyembuhkan, dan relevan bagi manusia modern.
