Detail Lukisan
Nama Pelukis
Judul Lukisan
Tahun Pembuatan
Media
Ukuran
Negara Asal
Tulisan
Kurnia Agung Robiansyah
Tunjukan Jalan-Mu Yang Lurus
2017
Cat Akrilik Diatas Kanvas
100 x 120 Cm
Indonesia
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ Latin: ihdinash-shirâthal-mustaqîm “Bimbinglah kami ke jalan yang lurus” QS. Ar-Fatihah Ayat
Deskripsi:
Tunjukkan Jalan-Mu yang Lurus merupakan lukisan kaligrafi yang berangkat dari QS. Al-Fatihah ayat 6, doa fundamental yang diucapkan berulang oleh umat manusia dalam setiap permohonan akan arah dan kebenaran. Ayat ini menjadi inti konseptual karya, menghadirkan makna pencarian spiritual di tengah kompleksitas kehidupan modern.
Melalui gaya kaligrafi Diwani yang khas saling mengikat dan menumpuk, Kurnia Agung Robiansyah membangun struktur visual yang padat namun bernapas. Huruf-huruf yang berkelindan menyerupai arus dan simpul, menggambarkan perjalanan batin manusia yang sering terjebak dalam lapisan persoalan, tetapi terus bergerak menuju satu tujuan, yaitu petunjuk Ilahi. Komposisi ini menegaskan relasi antara doa, usaha, dan kesadaran spiritual.
Latar visual berupa kedalaman air dan cahaya vertikal di kejauhan memperkuat narasi simbolik karya. Air menjadi metafora kehidupan dunia yang dinamis dan menenggelamkan, sementara cahaya merepresentasikan hidayah sebagai orientasi akhir. Melalui pendekatan kaligrafi Islam kontemporer, karya ini menempatkan doa sebagai kekuatan penuntun yang relevan, reflektif, dan abadi dalam pengalaman manusia.
Detail Lukisan
Deskripsi:
Tunjukkan Jalan-Mu yang Lurus merupakan lukisan kaligrafi yang berangkat dari QS. Al-Fatihah ayat 6, doa fundamental yang diucapkan berulang oleh umat manusia dalam setiap permohonan akan arah dan kebenaran. Ayat ini menjadi inti konseptual karya, menghadirkan makna pencarian spiritual di tengah kompleksitas kehidupan modern.
Melalui gaya kaligrafi Diwani yang khas saling mengikat dan menumpuk, Kurnia Agung Robiansyah membangun struktur visual yang padat namun bernapas. Huruf-huruf yang berkelindan menyerupai arus dan simpul, menggambarkan perjalanan batin manusia yang sering terjebak dalam lapisan persoalan, tetapi terus bergerak menuju satu tujuan, yaitu petunjuk Ilahi. Komposisi ini menegaskan relasi antara doa, usaha, dan kesadaran spiritual.
Latar visual berupa kedalaman air dan cahaya vertikal di kejauhan memperkuat narasi simbolik karya. Air menjadi metafora kehidupan dunia yang dinamis dan menenggelamkan, sementara cahaya merepresentasikan hidayah sebagai orientasi akhir. Melalui pendekatan kaligrafi Islam kontemporer, karya ini menempatkan doa sebagai kekuatan penuntun yang relevan, reflektif, dan abadi dalam pengalaman manusia.
